Akarku Indonesia

Akarku Indonesia
Kemenlu

Sunday, 21 June 2026

BBC Kisah Korban Adopsi Ilegal Belanda

 



Interview with BBC Indonesia 

Casmat van Bloppoel
Indra Jaya Laksana
Ana Maria van Valen




Meeting Kementrial Social Rehabilitas Anak



 

Meeting at The commission on Human Rights of the Republic of Indonesia.


 

Meeting with Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum Republik Indonesia.

 





Diculik sejak balita ke Belanda. Tiga anak hilang ini berjuang jadi WNI
Casmat van Bloppoel
Indra Jaya Laksana
Ana Maria van Valen

Pasti Ada Solusi bersama Menteri Hukum.



Pasti Ada Solusi - korban adopsi ilegal

Kementerian Hukum Republik Indonesia memfasilitasi pemulihan status kewarganegaraan tiga warga negara Belanda keturunan Indonesia yang diduga kuat menjadi korban skandal kejahatan masa lalu berupa adopsi ilegal, penculikan anak, hingga perdagangan orang sewaktu balita.

Dilansir dari Media Indonesia, ketiga warga negara Belanda tersebut adalah Casmat Van Bloppoel, Indra Jaya Laksana, dan Ana Maria. Langkah penegasan kembali kewarganegaraan ini diambil sebagai komitmen negara untuk memulihkan hak-hak konstitusional para korban yang telah terenggut sejak masa kecil mereka.

Meeting Directorate General of General Legal Administration (Ditjen AHU).

 June 9, 2026

We had a meeting at the invitation of the Directorate General of General Legal Administration (Ditjen AHU), Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. An important historical marker that recognizes our struggle as part of Indonesia.

The division actively assists us and the Minister of Law, Mr. Supratman Andi Agtas, who takes a great interest in providing solutions for the restoration of our Indonesian legal identity.

We, as Akarku Indonesia, assisted and supported by team Mencari Orang Tua Kandung (Searching for Biological Parents), are very positive, grateful, and encouraged by the assurance that justice and a solution will be provided for us, and hopefully also to our families who were also victimized.

Thank you.




______________________________

9 Juni 2026

Kami mengadakan pertemuan atas undangan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebuah tonggak sejarah penting yang mengakui perjuangan kami sebagai bagian dari Indonesia.

Divisi tersebut secara aktif membantu kami, dan Menteri Hukum, Bapak Supratman Andi Atgas, sangat tertarik untuk memberikan solusi bagi pemulihan identitas hukum Indonesia kami.

Kami, sebagai Akarku Indonesia, yang dibantu dan didukung oleh tim Mencari Orang Tua Kandung, sangat positif, bersyukur, dan terdorong oleh jaminan bahwa keadilan dan solusi akan diberikan kepada kami, dan semoga juga kepada keluarga kami yang juga menjadi korban.

Terima kasih.

#akarkuindonesia #childtrafficking #adopsi #adoption #humanrights

Tuesday, 5 August 2025

Letter Komnas HAM

We received the confirmation from the Komnas HAM that they will accepted and process our complains.
Summary: Investigation into Intercountry Adoption and Request for Restoration of Indonesian Citizenship
Key Points:
Dutch Committee Findings (2021):
Investigated intercountry adoptions (1967–1998) from Brazil, Colombia, Indonesia, Sri Lanka, and Bangladesh.
Found systemic abuses, including corruption, falsified documents, child trafficking, and baby farming—known to governments and intermediaries since the 1960s.
Specific violations in Indonesia: identity fraud, coercion, child theft, and bribery.
Adoptees’ Request:
Seek permanent return to Indonesia as citizens, claiming their Indonesian nationality was involuntarily revoked.
Challenges:
Dutch citizenship complicates reintegration.
Immigration rules hinder long-term stay.
Previous appeals to Indonesian ministries (Social Affairs, Foreign Affairs, Justice) only led to advice to apply for naturalization—unacceptable to them, as they view themselves as victims of illegal adoption practices.
Victims’ Demands:
Official recognition of injustices and restoration of Indonesian citizenship without naturalization.
Simplified immigration or citizenship procedures as affirmative action for adoption victims.
National Human Rights Commission (Komnas HAM) Inquiry:
Requests:
Clarification on legal violations in adoptions (1970s–1980s), per Dutch committee findings.
Information on government follow-up actions.
A response within 30 days, in line with human rights obligations (e.g., UN Convention on the Rights of the Child, Article 8: right to identity restoration).
Stresses victims’ right to justice and prompt redress under international law.
Highlights:
Large-scale adoption fraud with state complicity.
Adoptees demand citizenship reinstatement, not naturalization.
Komnas HAM urges government accountability under human rights frameworks.
Deadline: 30 days for an official response.

BBC Kisah Korban Adopsi Ilegal Belanda

  BBC Kisah Korban Adopsi Ilegal Belanda Interview with BBC Indonesia  Casmat van Bloppoel Indra Jaya Laksana Ana Maria van Valen